Rabu, 01 Oktober 2014

1.DATA

Secara umum dapat dijelaskan sebagai
berikut :

-Data adalah bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau
pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

-Data adalah deskripsi dari sesuatu dan kejadan yang kita hadapi (data is the description of things and events that we face).

-Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian- kejadian dan kesatuan nyata.
Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Sebagai contoh, pendapatan Telkom salah satunya adalah pemakaian telepon dari
pelanggan yang disimpan dalam bentuk AMA oleh Telephone Exchange dan setiap bulannya
diolah menjadi suatu nilai-nilai tertentu yang akan ditagihkan ke pelanggan tersebut. Kesatuan nyata (fact and entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.

-data adalah informasi yang disimpan yang dapat sewaktu –waktu di gunakan oleh penggunannya.

-Data Terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai

Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data-item. Data merupakan bentuk yang belum dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu suatu model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan informasi.

2. INFORMASI

Definisi informasi adalah :
data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.

Informasi diartikan sebagai hasil pe-ngolahan
data yang digunakan untuk suatu keperluan,
sehingga penerimanya akan mendapat
rangsangan untuk melakukan tindakan.

Informasi merupakan Data yang sudah diproses,
Data yang sudah memiliki makna serta Data yang
ditempatkan pada suatu konteks.

Sudah banyak literatur yang meyakinkan
kita, betapa pentingnya data dan informasi. Salah
satunya, sebuah buku yang ditulis tahun 1949
bertitel Mathematical Theory of Communications.
Informasi, begitu tulis buku itu, merupakan “hal
yang mengurangi ketidakpastian”. Bila demikian,
maka “abad informasi” yang dahsyat sekarang
sebetulnya suatu ledakan non-informasi. Suatu
ledakan data – apa yang takkan dikatakan kepada
Anda oleh internetmania – ialah bahwa internet
merupakan lautan data yang belum disunting,
tanpa suatu pretensi kelengkapan apa pun juga.
Artinya, ia hanya sekadar “data”. Karena ia
hanya “record” sesuatu. Misalnya, data
penjualan, data transaksi, laporan tahunan, dan
sejenisnya.

Akan halnya informasi, harus bermuara pada
“pemahaman”. Artinya, apa yang menjadi
informasi bagi seseorang barangkali hanya
merupakan data bagi orang lain. Apabila sesuatu
tidak masuk akan bagi Anda, maka sesuatu
tersebut bukanlah informasi.

Informasi akan menjadi pengetahuan, bila ia
dapat dipahami, diinterpretasi, dan diaplikasi.
Dalam “pengetahuan”, terjadi proses internalisasi
informasi yang menggabungkan faktor
keyakinan, motivasi, dan komitmen. Kita tak
pernah “tahu” tentang “sesuatu”, sampai ia dapat
dievaluasi, diterima oleh keyakinan dan nilai-
nilai yang kita anut. Pada saat inilah,
pengetahuan menjadi “kekuatan” (powerful).